|
|
|
 | |
 | |
 | |
|
:: Journals ::
|
| |
|
Exercise prescription in adults with congenital heart disease: a long way to go
|
|
Author: dr. Radityo Prakoso
|
|
|
|
|
|
Abstract
|
In English :
OBJECTIVE To determine if appropriate advice had been given to adults with congenital heart disease regarding safe and effective exercise, and to assess pre-existing misconceptions of the potential benefits and dangers of exercise.
DESIGN An anonymous self assessment questionnaire.
SETTING A tertiary referral clinic.
PATIENTS 99 adults (57 men, 42 women) with congenital heart disease, mean age 25.6 years.
MAIN OUTCOME MEASURES The extent and nature of exercise advice given over previous years; a measure of current activity level compared with the American Heart Association recommendations; and an assessment of exercise limiting symptoms and a description of barriers to further exercise.
RESULTS 44% of the cohort assumed all exercise was safe despite their cardiac disease. A health care professional had only raised the issue of specific exercise advice in 28 cases. Of those given instruction it was more common to receive prohibitive advice (30%) than to be encouraged to take more exercise (19%). Despite this 61% were involved in some form of at least light exercise. The most prevalent barriers to exercise were current symptoms (32.3%), lack of interest in exercise (24.2%), and health fears (16.1%).
CONCLUSIONS The education of adults with congenital heart disease regarding exercise and its potential benefits and limitations is suboptimal even in a specialist clinic.
(L Swan, W S Hillis, Heart 2000;83:685-687)
Dalam Bahasa Indonesia :
ABSTRAK
Untuk menentukan apakah sudah diberikan nasihat yang benar pada pasien dewasa dengan penyakit jantung kongenital tentang keamanan dan efektivitas latihan, dan untuk menilai apakah ada konsep yang salah tentang manfaat latihan dan bahayanya.
Design
Kuesioner yang dinilai secara tersamar
Tempat
Klinik rujukan tersier
Pasien
99 dewasa (57 laki-laki dan 42 perempuan) dengan penyakit jantung kongenital, dengan usia rata-rata 25,6 tahun
Penilaian Utama
Adanya nasihat tentang latihan yang telah diberikan beberapa tahun sebelumnya; menilai tingkat kegiatan sekarang dibandingkan dengan rekomendasi American Heart Association, dan menilai gejala yang membatasi latihan dan penggambaran batas latihan selanjutnya.
Hasil
44% dari peserta menilai semua jenis latihan aman disamping penyakit jantung mereka. Seorang ahli kesehatan hanya mampu memberikan jenis latihan spesifik pada 28 kasus. Dari yang diberikan nasihat, banyak yang mendapat penghambatan latihan (30%), dibandingkan nasihat untuk menambah latihan (19%). 61% dari sample menunjukan berat latihan yang lebih ringan. Hal terbanyak yang membatasi latihan adalah gejala saat itu (32.3%), ketidakminatan terhadap latihan (24.2%) dan ketakutan dari tenaga kesehatan sendiri (16.1%)
Simpulan
Pendidikan terhadap pasien dewasa dengan penyakit jantung congenital tentang latihan, manfaatnya, serta keterbatasannya adalah suboptimal walaupun pada klinik spesialis.(L Swan, W S Hillis, Heart 2000;83:685-687)
Telaah Jurnal
Senin 3 januari 2005
Divisi Rehabilitasi Jantung
Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/
Pusat Jantung Nasional Harapan Kita
(click the file to download)
|
|
|
|
File: hnr1.pdf
|
|
|
:: Another Journals ::
|
|
Jumat, 31 Oktober 2003 01:11:51
Senin, 30 Juni 2003 05:06:13
Minggu, 11 Mei 2003 10:01:27
|
|
|
|
 |
 |
|
|
|